Beranda | Artikel
Cara Paling Mudah Dapat Pahala atau Dosa Lewat Media Sosial – Syaikh Saad Al Khatslan #nasehatulama
10 jam lalu

Media sosial memiliki kebaikan yang sangat besar, laksana gunung-gunung. Sekaligus punya banyak keburukan besar laksana gunung-gunung pula. Ia bagaikan pisau bermata dua.

Apabila seorang insan dapat memanfaatkannya dengan baik, dia akan meraup banyak kebaikan yang besar. Sebaliknya, apabila dia menggunakannya dengan cara yang salah, dia akan mendapat banyak dosa karenanya.

Apabila seseorang berada di media sosial ini, ia tidak menulis kecuali yang baik, dan tidak mengucapkan kecuali yang baik, maka dengan itu dia akan meraup banyak kebaikan besar.

Bisa jadi pula media sosial menjadi sarana untuk menguatkan silaturahim, sehingga ia memperoleh pahala dan ganjaran darinya. Demikian pula, media sosial dapat menjadi sarana untuk mempererat hubungan dengan para tetangga, sehingga ia memperoleh pahala dan ganjaran.

Termasuk di antaranya adalah bergabung dalam grup keluarga, grup tetangga, atau kelompok orang-orang yang memiliki hak atas dirinya. Maka seseorang masuk ke dalam grup tersebut dengan niat yang baik, lalu berinteraksi dengan memberi salam, sapaan, dan membagikan konten yang bermanfaat. Semua itu bernilai pahala bagi seseorang.

Jika grup tersebut adalah grup keluarga, maka itu termasuk silaturahim. Jika grup tersebut adalah grup tetangga, maka hal itu termasuk berbuat baik kepada tetangga, Dan bentuk-bentuk kebaikan lainnya.

Seorang insan dapat meraup banyak kebaikan berkat media-media sosial ini. Sebaliknya, jika seseorang menyalahgunakan media sosial ini, maka ia dapat menanggung dosa dan beban kesalahan yang besar karenanya.

Sebagai contoh, dia menulis perkataan yang diharamkan, atau melanggar kehormatan orang lain, dengan kedustaan, gibah, adu domba, ejekan, tuduhan keji, dan semisalnya.

Sesungguhnya hak-hak sesama manusia memiliki kedudukan yang sangat besar di sisi Allah ‘Azza wa Jalla. Sebagaimana sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam: “Sesungguhnya darah, harta, dan kehormatan kalian adalah sesuatu yang haram dilanggar …sebagaimana haramnya hari kalian ini, di bulan kalian ini, dan di negeri kalian ini.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Orang yang mati syahid—yang menyerahkan dirinya kepada Allah—diampuni seluruh dosa dan kesalahannya, kecuali dosa yang berkaitan dengan hak sesama manusia, karena hak itu tetap menjadi milik pemiliknya. Demikian juga dengan postingan. Jika seorang Muslim membagikan konten yang bermanfaat, ia akan memperoleh pahala.

Sebagaimana sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam: “Barang siapa mengajak kepada petunjuk, maka baginya pahala seperti pahala orang yang mengikutinya.” (HR. Muslim).Beliau juga bersabda, “Barang siapa menunjukkan kepada kebaikan, maka baginya pahala seperti pahala orang yang mengamalkannya.” (HR. Muslim).

Namun, jika ia membagikan konten yang buruk, maka ia menanggung dosanya sesuai dengan jumlah orang yang menyaksikannya. Sebagaimana sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam: “Barang siapa mengajak kepada kesesatan, maka ia menanggung dosanya, dan dosa orang-orang yang mengikutinya hingga Hari Kiamat.”

Media-media sosial adalah pisau bermata dua. Maka hendaknya kita menggunakannya untuk kebaikan dan hal-hal yang bermanfaat. Serta menghindari penggunaannya untuk hal yang dapat menjadi sebab dicatatnya dosa dan kesalahan yang sejatinya tidak membawa manfaat bagi kita.

=====

وَسَائِلُ التَّوَاصُلِ الِاجْتِمَاعِيِّ لَهَا حَسَنَاتٌ عَظِيمَةٌ أَمْثَالَ الْجِبَالِ وَلَهَا سَيِّئَاتٌ عَظِيمَةٌ أَمْثَالَ الْجِبَالِ كَذَلِكَ فَهِيَ سِلَاحٌ ذُو حَدَّيْنِ

إِنْ أَحْسَنَ الْإِنْسَانُ الْإِفَادَةَ مِنْهَا فَإِنَّهُ يَكْسِبُ بِذَلِكَ حَسَنَاتٍ عَظِيمَةً وَإِنْ أَسَاءَ اسْتِخْدَامَهَا كَسَبَ بِسَبَبِهَا ذَنُوبًا وَسَيِّئَاتٍ

فَإِذَا كَانَ الْإِنْسَانُ فِي هَذِهِ الْوَسَائِلِ وَسَائِلِ التَّوَاصُلِ الِاجْتِمَاعِيِّ لَا يَكْتُبُ إِلَّا خَيْرًا وَلَا يَقُولُ إِلَّا خَيْرًا فَإِنَّهُ يَكْسِبُ بِذَلِكَ حَسَنَاتٍ عَظِيمَةً

وَرُبَّمَا أَيْضًا أَنَّ هَذِهِ الْوَسَائِلَ تَكُونُ سَبَبًا لِتَعْزِيزِ صِلَةِ الرَّحِمِ فَيَكْسِبُ بِهَا أَجْرًا وَثَوَابًا وَتَكُونُ سَبَبًا لِتَعْزِيزِ الصِّلَةِ بِالْجِيرَانِ فَيَكْسِبُ بِهَا أَجْرًا وَثَوَابًا

وَمِنْ ذَلِكَ الدُّخُولُ فِي المَجْمُوعَاتِ لِذَوِي الْأَرْحَامِ أَوْ الْجِيرَانِ أَوْ لِمَنْ لَهُمْ عَلَى الْإِنْسَانِ حَقٌّ فَيَدْخُلُ الْإِنْسَانُ بِهَذِهِ النِّيَّةِ الْحَسَنَةِ وَيُشَارِكُهُمْ بِالسَّلَامِ وَالتَّحِيَّةِ وَإِرْسَالِ الْمَقَاطِعِ النَّافِعَةِ هَذَا يُؤْجَرُ عَلَيْهِ الْإِنْسَانُ

إِنْ كَانَتِ الْمَجْمُوعَةُ مَجْمُوعَةَ الْأَرْحَامِ يَدْخُلُ فِي صِلَةِ الرَّحِمِ إِنْ كَانَتِ الْمَجْمُوعَةُ مَجْمُوعَةَ جِيرَانٍ يَدْخُلُ فِي الْإِحْسَانِ إِلَى الْجِيرَانِ وَنَحْوِ ذَلِكَ

فَقَدْ يَكْسِبُ الْإِنْسَانُ بِسَبَبِهَا بِسَبَبِ هَذِهِ الْوَسَائِلِ حَسَنَاتٍ كَثِيرَةً وَفِي الْمُقَابِلِ إِذَا أَسَاءَ الْإِنْسَانُ اسْتِخْدَامَ هَذِهِ الْوَسَائِلِ فَقَدْ يَكْسِبُ بِسَبَبِهَا ذَنُوبًا وَأَوْزَارًا عَظِيمَةً

وَمِنْ ذَلِكَ أَنْ يَكْتُبَ كَلَامًا مُحَرَّمًا أَوْ أَنْ يَقَعَ فِي أَعْرَاضِ النَّاسِ بِالْكَذِبِ وَالْغِيبَةِ وَالنَّمِيمَةِ وَالسُّخْرِيَةِ وَالْقَذْفِ وَنَحْوِ ذَلِكَ

فَإِنَّ حُقُوقَ الْعِبَادِ أَمْرُهَا عَظِيمٌ جِدًّا عِنْدَ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ كَمَا قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ دِمَاءَكُمْ وَأَمْوَالَكُمْ وَأَعْرَاضَكُمْ عَلَيْكُمْ حَرَامٌ كَحُرْمَةِ يَوْمِكُمْ هَذَا فِي شَهْرِكُمْ هَذَا فِي بَلَدِكُمْ هَذَا

وَالشَّهِيدُ الَّذِي بَاعَ نَفْسَهُ لِلَّهِ تُحَطُّ عَنْهُ جَمِيعُ ذُنُوبِهِ وَخَطَايَاهُ إِلَّا مَا كَانَ مُتَعَلِّقًا بِحُقُوقِ الْعِبَادِ فَتَبْقَى لِأَصْحَابِهَا كَذَلِكَ أَيْضًا النَّشْرُ إِنْ نَشَرَ الْمُسْلِمُ مَقَاطِعَ نَافِعَةً مُفِيدَةً أُثِيبَ عَلَيْهَا

كَمَا قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ دَعَا إِلَى هُدًى كَانَ لَهُ مِنَ الْأَجْرِ مِثْلُ أُجُورِ مَنْ تَبِعَهُ وَقَالَ مَنْ دَلَّ عَلَى خَيْرٍ فَلَهُ مِثْلُ أَجْرِ فَاعِلِهِ

وَإِنْ نَشَرَ مَقَاطِعَ سَيِّئَةً كَانَ عَلَيْهِ وِزْرُهَا بِعَدَدِ الْمُشَاهِدِيْنَ لَهَا كَمَا قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ دَعَا إِلَى ضَلَالَةٍ كَانَ عَلَيْهِ وِزْرُهَا وَوِزْرُ مَنْ عَمِلَ بِهَا إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ

وَوَسَائِلُ التَّوَاصُلِ سِلَاحٌ ذُو حَدَّيْنِ فَيَنْبَغِي أَنْ نَسْتَخْدِمَهَا فِي الْخَيْرِ وَفِيمَا هُوَ نَافِعٌ وَمُفِيدٌ وَأَنْ نَبْتَعِدَ عَنِ اسْتِخْدَامِهَا فِيمَا يَكُونُ سَبَبًا لِكِتَابَةِ ذُنُوبٍ وَسَيِّئَاتٍ نَحْنُ فِي غِنًى عَنْهَا


Artikel asli: https://nasehat.net/cara-paling-mudah-dapat-pahala-atau-dosa-lewat-media-sosial-syaikh-saad-al-khatslan-nasehatulama/